Senin, 28 Mei 2012
Minggu, 27 Mei 2012
18 Februari 2012 - 27 Mei 2012..
Tepat 100 hari sudah beliau berpulang ke rumah Bapa di surga.
Tak ada yg mampu aku ungkapkan.
Yg aku tahu saat ini adalah aku sangat merindukan hal-hal kecil dan hal-hal besar yg (sering) beliau perbuat untukku.
Aku rindukan segala nasihatnya.
Aku rindukan segala yg ada pada dirinya.
Tak ada yg dapat menggantikan sosok beliau.
Beliau terlampau SEMPURNA.
Aku sanggat bangga menjadi bagian hidup beliau.
Aku sangat bangga menjadi anak beliau.
Aku sangat bangga....
Aku tak dapat membalas semua yg beliau berikan kepadaku selama 19 tahun 9 bulan ini.
Aku tak dapat membalas semuanya.
Aku hanya dapat berdoa agar beliau bahagia bersama Bapa di surga.
Aku hanya mampu melakukan hal yang membuat beliau tersenyum bangga memilikiku, ya walaupun beliau melihatku tak dari sini. tapi aku yakin beliau melihatku dari surga.
SELAMAT JALAN bapak Heribertus Sutjipto.
Aku sangat merindukanmu.
Situbondo, 27 Mei 2012, 19:43
Tepat 100 hari sudah beliau berpulang ke rumah Bapa di surga.
Tak ada yg mampu aku ungkapkan.
Yg aku tahu saat ini adalah aku sangat merindukan hal-hal kecil dan hal-hal besar yg (sering) beliau perbuat untukku.
Aku rindukan segala nasihatnya.
Aku rindukan segala yg ada pada dirinya.
Tak ada yg dapat menggantikan sosok beliau.
Beliau terlampau SEMPURNA.
Aku sanggat bangga menjadi bagian hidup beliau.
Aku sangat bangga menjadi anak beliau.
Aku sangat bangga....
Aku tak dapat membalas semua yg beliau berikan kepadaku selama 19 tahun 9 bulan ini.
Aku tak dapat membalas semuanya.
Aku hanya dapat berdoa agar beliau bahagia bersama Bapa di surga.
Aku hanya mampu melakukan hal yang membuat beliau tersenyum bangga memilikiku, ya walaupun beliau melihatku tak dari sini. tapi aku yakin beliau melihatku dari surga.
SELAMAT JALAN bapak Heribertus Sutjipto.
Aku sangat merindukanmu.
Situbondo, 27 Mei 2012, 19:43
Kamis, 17 Mei 2012
3 bulan kurang 21 jam sudah beliau pergi meninggalkan aku di dunia yang fana ini.
3 bulan kurang 21 jam sudah beliau berada di rumah Bapa.
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak merasakan pelukan hangatnya
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak merasakan nasi goreng, telur goreng, dan semua masakan yang pernah beliau buat.
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak mendengar suara beliau.
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak mendengar nasihat-nasihat beliau.
RINDU itu pasti ada, rasa belum IKHLAS seutuhnyapun masih menyelinap di hati terdalam.
bahkan rasa MARAH dan BENCI pada keluarga si penabrak pun masih ada. Benci bukan karena si penabrak itu menabrak bapak hingga meninggal. Tapi BENCI dan KECEWA pada kedua orangtua si penabrak! Mereka tidak pantas disebut orang tua, karena mereka bisanya mengajari anak mereka hal-hal yang negatif dan nyaris bahkan telah membuat orang lain menjadi korban karena kenegatifan tersebut.
YES I KNOW NO ONE IS PERFECT.
but as parents they should be educating children to teach the right way instead of drinking, gambling, and so forth.
Hopefully as parents opened their minds so that no more victims of their actions was commendable and their children.
Banyuwangi, 18 Mei 2012, 00:25
ditengah keGALAUan hati ini..
Love you DAD.
I really miss you DAD.. :*
3 bulan kurang 21 jam sudah beliau berada di rumah Bapa.
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak merasakan pelukan hangatnya
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak merasakan nasi goreng, telur goreng, dan semua masakan yang pernah beliau buat.
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak mendengar suara beliau.
3 bulan kurang 21 jam sudah aku tak mendengar nasihat-nasihat beliau.
RINDU itu pasti ada, rasa belum IKHLAS seutuhnyapun masih menyelinap di hati terdalam.
bahkan rasa MARAH dan BENCI pada keluarga si penabrak pun masih ada. Benci bukan karena si penabrak itu menabrak bapak hingga meninggal. Tapi BENCI dan KECEWA pada kedua orangtua si penabrak! Mereka tidak pantas disebut orang tua, karena mereka bisanya mengajari anak mereka hal-hal yang negatif dan nyaris bahkan telah membuat orang lain menjadi korban karena kenegatifan tersebut.
YES I KNOW NO ONE IS PERFECT.
but as parents they should be educating children to teach the right way instead of drinking, gambling, and so forth.
Hopefully as parents opened their minds so that no more victims of their actions was commendable and their children.
Banyuwangi, 18 Mei 2012, 00:25
ditengah keGALAUan hati ini..
Love you DAD.
I really miss you DAD.. :*
Minggu, 13 Mei 2012
Untuk temanku Claudia yang baik hatinya...
Di bawah adalah artikel terbaru yang saya buat
hari ini. Silakan dibaca, semoga bermanfaat! :-)
Temanmu,
Anne Ahira
---------------------------------------------------
Memaknai Arti Kehilangan
Ada seorang perempuan yang merasa sangat
kehilangan saat ditinggal mati suami yang
sangat dicintainya.
Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia
memutuskan untuk mengawetkan mayat
suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.
Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah
menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu
merasa dengan kematian suaminya, maka tidak
ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.
Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang
pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian
yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan
dia mengatakan bisa menghidupkan kembali
suaminya. Dengan syarat dia meminta
disediakan beberapa bumbu dapur yang mana
hampir setiap rumah memilikinya.
Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut
harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya
belum pernah ada yang meninggal dunia sama
sekali.
Mendengar hal itu, muncul semangat di hati
sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua
tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap
rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh
si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku
pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh
kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek,
kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah
meninggal.
Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah
yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang
dibutuhkan.
Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa
bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh
orang yang disayanginya.
Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang
bijak dan menyatakan pasrah akan kematian
suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan
mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua
orang pasti pernah mengalami masalah
sebagaimana yang dihadapinya.
Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah
menganggap bahwa masalah yang ada pada
kita merupakan masalah yang paling besar,
sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk
terus meratapi musibah tersebut.
Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini
pernah mengalami musibah, apapun bentuknya.
Yang membedakan adalah bagaimana
seseorang menghadapi dan menyikapi
masalah yang ada pada dirinya. :-)
Thx Anne Ahira. Artikel ini benar-benar membuat saya semangat lagi dari keterpurukan ini.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)